Mahkota adalah simbol tradisional yang berbentuk dan atau menyerupai tutup kepala yang dikenakan oleh raja, ratu maupun dewa.
Mahkota bisa dalam berbagai bentuk dan ciri yang unik serta biasanya mencerminkan sesuatu yang dianggap ada pada setiap isi kepala dari mereka yang memakai mahkota.
Bisa berhiaskan intan permata, blue saphire , bunga , simbol maupun sesuatu hal yang terlihat unik dan lucu, tidak menutup kemungkinan juga mahkota atau topi berisikan hal hal yang tidak lagi di inginkan oleh pamakai mahkota dan topi, sehingga mereka layak dan pantas menyandang atau memakai mahkota tersebut.
Terdapat empat macam mahkota dan atau simbol penutup kepala yang dewasa ini sudah tidak lagi dihiraukan oleh kebanyakan masyarakat umum , berikut adalah 4 macam hal tersebut :
1. Mahkota Cinta.
Cinta ... adalah sebuah kata yang sulit sekali kita dapat artikan , ada kalanya cinta itu berarti berkorban segalanya pun ada kalanya cinta itu tidak mau kehilangan segalanya. mahkota cinta yang demikian sudah jarang sekali kita temui dewasa ini, dimana cinta diartikan sebuah pemberian kebebasan akan seseorang yang kita cintai.
2. Mahkota Harta.
Mahkota harta adalah sebuah penyematan akan kemewahan , keanggunan , keindahan yang dimiliki dan disandang oleh seseorang yang prestisius, menggemparkan , berhasil dalam setiap langkah, dan tentunya memiliki kemampuan yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang. dan sebagai hadiah atas segala bentuk jerih payahnya, mahkota harta adalah hadiah yang pantas untuk diberikan. namun kini jarang sekali orang yang tertarik untuk memiliki mahkota ini , karena harga dari sebuah kebebasan lebih mahal dari mahkota harta.
3. Mahkota Pahlawan.
Pahlawan , ketika kita mendengar kata ini, sebuah kesan keberanian dan kehormatan adalah hal yang pastinya akan disandingkan kepada mereka yang mendapatkan mahkota pahlawan, sebut saja cut nyak din, imam bonjol , antasari , dsb .. adalah beberapa contoh diantara mereka yang mendapatkan mahkota pahlawan ini. namun dewasa ini .. sudah jarang sekali orang yang mau mendapatkan predikat dan atau mahkota pahlawan karena lahirnya sebuah idealisme yang mencoreng citra buruk pahlawan yakni pahlawan kesiangan.
4. Mahkota Palsu.
Mahkota palsu, ketika kita mendengar nama mahkota kesan mewah dan indah adalah harga dari sebuah mahkota namun ketika disandingkan dengan kata palsu , kesan mewah dan keindahan seolah tidak berarti dan lenyap, bagai terkena tsunami.
Sedari dulu sampai sekarang tak seorangpun mau ketika disuguhi atau disuruh memakai mahkota palsu.
